stitbima.co.id, Kota Bima — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima berkolaborasi dengan Yayasan Hammasah Li Mashlahatil Ummah Kota Bima menggelar kuliah astronomi Islam yang memadukan pembelajaran teori dengan praktik pengamatan benda langit. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Muhammad Awaluddin, M.H., dosen Program Studi Astronomi Islam UIN Mataram, sebagai narasumber.
Kuliah astronomi tersebut mengangkat tiga materi utama, yakni implementasi ilmu astronomi dalam kajian keislaman, praktik pengamatan Matahari, planet, dan Bulan, serta pengukuran arah kiblat. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoretis, tetapi juga berkesempatan memahami penerapan ilmu astronomi secara langsung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan praktik pengamatan benda langit di kawasan Pantai Amahami, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, sekitar pukul 17.00 WITA. Kegiatan pengamatan dilanjutkan pada malam hari sekitar pukul 20.00 WITA. Peserta kemudian mengikuti sesi penyampaian materi lanjutan yang berlangsung di Pondok Hammasah Li Mashlahatil Ummah, lingkungan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada keterkaitan ilmu astronomi dengan kajian keislaman, termasuk penerapannya dalam praktik pengamatan benda langit dan pengukuran arah kiblat. Perpaduan materi dan praktik ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap penerapan ilmu astronomi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua I STIT Sunan Giri Bima, Ahmad Syagif HM, M.Pd., yang juga merupakan pengurus Yayasan Hammasah Li Mashlahatil Ummah Kota Bima. Hadir pula para pengurus yayasan, mahasiswa STIT Sunan Giri Bima yang tergabung dalam pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Laskar Bima Craft (LBC), serta para santri Yayasan Hammasah Li Mashlahatil Ummah.
Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama antara STIT Sunan Giri Bima dan Yayasan Hammasah Li Mashlahatil Ummah Kota Bima yang telah dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Melalui kegiatan tersebut, kedua lembaga diharapkan dapat terus mengembangkan program kolaboratif yang mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman belajar mahasiswa serta santri. Kuliah astronomi ini juga menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kajian keislaman melalui pengalaman belajar yang lebih aplikatif.


