Kota Bima — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima menggelar Yudisium Sarjana Strata Satu (S1) Angkatan ke-22 Tahun Akademik 2025/2026, Selasa (11/8/2026), bertempat di Aula STIT Sunan Giri Bima.

Sebanyak 76 mahasiswa resmi mengikuti yudisium dan dikukuhkan sebagai sarjana pendidikan. Mereka terdiri atas 46 lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 30 lulusan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Ketua STIT Sunan Giri Bima, Irwan Supriadin J, M.Sos.I., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan resmi dikukuhkan sebagai sarjana pendidikan.

“Selamat kepada saudara dan saudari mahasiswa yang pada hari ini resmi dikukuhkan menjadi sarjana pendidikan. Salah satu hal yang sangat diinginkan oleh lembaga pendidikan adalah kontribusi nyata dari ilmu yang telah diperoleh selama kurang lebih empat tahun berproses di STIT Sunan Giri Bima. Kami berharap ilmu tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar tidak melupakan almamater dan terus meningkatkan kapasitas diri di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

“Jangan melupakan almamater kalian. Tetaplah berkiprah dan terus meningkatkan ilmu dan skill agar dapat bersaing di tengah era digital ini,” pesannya.

Menurutnya, yudisium bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi para sarjana untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Gelar sarjana yang diperoleh hari ini harus menjadi awal untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat. Jadilah alumni yang mampu membawa nama baik almamater di mana pun berada,” lanjutnya.

Kegiatan Yudisium Angkatan ke-22 turut dihadiri Wakil Ketua I, II, dan III STIT Sunan Giri Bima, Ketua Program Studi PAI dan PGMI, Kepala P2M dan P3M, para dosen, serta staf STIT Sunan Giri Bima.

Momentum yudisium ini menjadi penanda penting perjalanan akademik para mahasiswa sekaligus awal bagi mereka untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas. STIT Sunan Giri Bima berharap para lulusan mampu terus mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, membawa nama baik almamater, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing.