Kota Bima — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menyelenggarakan Studium Generale (Kuliah Umum) bertema “Pendidikan Islam di Era Disrupsi Sosial: Antara Teknologi, Moralitas, dan Kemanusiaan”, Rabu (14/10/2026), pukul 09.00 WITA di Aula STIT Sunan Giri Bima.
Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Ilham, M.Pd.I., akademisi Universitas Muhammadiyah Bima (UMB), sebagai narasumber. Kuliah umum tersebut menjadi ruang penguatan wawasan akademik bagi mahasiswa dan dosen dalam memahami tantangan pendidikan Islam di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Ketua STIT Sunan Giri Bima, Irwan Supriadin J., M.Sos.I., menyampaikan bahwa kuliah umum ini penting untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat fondasi keilmuan dan karakter mereka. Ia berharap mahasiswa mampu memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan.
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa disrupsi merupakan keniscayaan yang harus dihadapi melalui kemampuan beradaptasi dan merespons perubahan secara bijaksana. Menurutnya, pendidikan Islam harus tetap berorientasi pada pembentukan insan kamil, yakni manusia yang berkembang secara intelektual, spiritual, dan moral.
Ia juga mendorong mahasiswa dan calon pendidik untuk terus mengasah potensi, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis dan inovatif. Pemanfaatan teknologi, tegasnya, harus tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Kuliah umum ini dimoderatori oleh Nurlaila, M.Pd., dosen sekaligus Sekretaris Program Studi PAI. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I, II, dan III, Ketua Program Studi PAI, PGMI, dan Manajemen Bisnis Syariah (MBS), para kepala unit, dosen, serta sivitas akademika STIT Sunan Giri Bima.
Melalui kegiatan ini, STIT Sunan Giri Bima menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus membentuk calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, serta menjunjung tinggi moralitas dan kemanusiaan.


