Kota Bima – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima resmi memberangkatkan 30 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Participatory Action Research (PAR) Angkatan XXX Tahun Akademik 2025/2026. Program pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema “Transformasi Sosial melalui Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis PAR.”

KKN PAR akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, mulai 1 Juli hingga 26 Agustus 2026, dengan menempatkan mahasiswa pada tiga lokasi pengabdian di Kabupaten Bima.

Sebanyak 34 mahasiswa mendaftarkan diri sebagai calon peserta KKN. Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi administrasi, sebanyak 30 mahasiswa dinyatakan lolos dan akan melaksanakan pengabdian di tiga posko, yaitu Posko I di Dusun Ntundu, Desa Nangawera, Kecamatan Wera, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Trimansyah, M.Pd.; Posko II di Desa Kalajena, Kecamatan Wera, dengan DPL Adi Haryanto, M.Pd.; serta Posko III di Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, dengan DPL Siti Nurbaya, M.Pd.

Program KKN PAR ini menitikberatkan pada pendekatan partisipatif, di mana mahasiswa bersama masyarakat mengidentifikasi berbagai persoalan, merumuskan solusi, dan melaksanakan program pemberdayaan secara kolaboratif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan perubahan sosial yang berkelanjutan melalui bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan potensi lokal.

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan peserta KKN, Wakil Ketua III STIT Sunan Giri Bima Bidang Kemahasiswaan, Abd. Salam, M.Pd.I., yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika akademik, serta mampu menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat selama masa pengabdian.

Melalui KKN PAR Angkatan XXX ini, STIT Sunan Giri Bima berharap mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan masyarakat yang mandiri, partisipatif, dan berkelanjutan.