Rabu, 25 September 2024 STIT Sunan Giri Bima menggelar kuliah umum bertajuk “Pendidikan Literasi Informasi di Era Digital Berbasis Al-Qur’an”. Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan dosen, yang antusias menyimak pemaparan tentang bagaimana sikap seorang berimu untuk senantiasa menjadi al-Qur’an dalam memahami dan memanfaatkan informasi di era digital.

Dalam sambutannya, Ketua STIT Sunan Giri Bima, menekankan pentingnya literasi informasi di tengah banjir data yang kita hadapi saat ini. “Di zaman sekarang, kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan bermanfaat adalah keterampilan yang sangat penting, al-Qur’an mengajarkan kita untuk selalu mencari pengetahuan dengan cara yang bijaksana, dan mampu menyaring informasi yang datang kepada kita,” ujarnya.

Kuliah umum ini diisi oleh Dr. Muhammad Hisyam, M.Pd yang juga merupakan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu al-Quran (STIQ) Bima, dalam presentasinya, Dr. Hisyam menjelaskan bahwa banyak ayat dalam al-Qur’an yang mendorong umat Islam untuk mencari ilmu dan memahami dunia sekitar. Ia juga menekankan pentingnya sikap kritis dalam mengakses informasi. “al-Qur’an mengajarkan kita untuk tidak mudah percaya pada segala informasi yang kita terima. Kita perlu mengedepankan prinsip tabayyun atau verifikasi” katanya.

Pada sesi diskusi interaktif, peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pandangan dan pengalaman mereka terkait literasi informasi. Banyak mahasiswa mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang informasi palsu yang sering beredar di media sosial, dan bagaimana menghindari dari candu media terutama media sosial.
Kuliah umum ini digagas oleh program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang merupakan agenda rutin di awal perkuliahan dalam menyambut tahun akademik baru di setiap tahunnya.