Zoom Meeting Mahasiswa STIT SG Bima dan STAIM Syuhada Yogyakarta (17 April 2025)

Kota Bima, 17 April 2025 – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Sunan Giri Bima menyelenggarakan Studium Generale secara daring dengan mengangkat tema “Pendidikan Agama Islam dan Artificial Intelligence: Peluang dan Tantangan.” Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran PAI, seiring pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini.

Dalam sambutannya, Ketua STIT Sunan Giri Bima, Irwan Supriadin J, M.Sos.I, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa AI kini telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. “Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membekali mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya.

Narasumber utama, Dr. Moh. Solikul Hadi, M.Pd, dari STAIM Syuhada Yogyakarta, memaparkan bahwa AI dapat menjadi alat bantu dalam pengembangan ide, tulisan, dan konten edukatif keagamaan. Ia menyampaikan, “Sekarang banyak content creator, tapi masih sedikit yang fokus pada konten edukatif dan religius. Mahasiswa PAI harus bisa mengisi ruang digital dengan konten yang mencerahkan.” Namun, ia juga mengingatkan agar tidak sepenuhnya bergantung pada AI, khususnya dalam materi keislaman. “Data dari AI perlu diverifikasi melalui kitab, literatur ilmiah, dan pendapat ulama yang kompeten,” tegasnya.

Acara ini dimoderatori oleh Nurlaila, M.Pd, Sekretaris Prodi PAI, yang memandu jalannya kegiatan dengan apik dan interaktif. Dihadiri oleh pimpinan, dosen, mahasiswa STIT Sunan Giri Bima, mahasiswa STAIM Syuhada Yogyakarta, serta peserta dari berbagai kalangan, kegiatan ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WITA dan mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta yang mengikuti dengan penuh semangat dan antusiasme.