Kota Bima – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui sosialisasi kesehatan mental bagi ibu pascapersalinan. Kegiatan yang membahas baby blues syndrome hingga psikosis pascapersalinan ini dilaksanakan di Lapangan Sadia 2, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, pada Rabu (10/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu muda, tentang pentingnya menjaga kesehatan mental setelah melahirkan. Selain itu, sosialisasi ini juga memberikan edukasi mengenai tanda-tanda awal gangguan psikologis pascapersalinan agar dapat dikenali dan ditangani secara tepat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Lurah Sadia, bidan dan perawat dari Puskesmas Mpunda, kader dan pengurus Posyandu Kelurahan Sadia, serta para ibu yang baru melahirkan dan sedang menyusui. Turut hadir pula dosen, mahasiswa STIT Sunan Giri Bima, ketua RT setempat, dan unsur masyarakat lainnya.

Narasumber kegiatan, Irma Indriani, M.Pd., yang merupakan dosen sekaligus Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) STIT Sunan Giri Bima, menjelaskan bahwa kesehatan mental ibu pascapersalinan merupakan aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian keluarga maupun lingkungan sekitar. Menurutnya, kondisi psikologis ibu sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu, tumbuh kembang anak, serta keharmonisan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai gejala baby blues, depresi pascapersalinan, hingga psikosis pascapersalinan yang memerlukan penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan profesional.

Kader Posyandu Kelurahan Sadia, Fitri, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi kesehatan mental bagi ibu pascapersalinan sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat serta membantu meminimalkan stres yang sering dialami ibu setelah melahirkan.

“Kegiatan ini sangat membantu para ibu untuk memahami kondisi psikologis yang dapat muncul setelah persalinan sehingga mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi,” ujarnya.

Melalui kegiatan PKM ini, STIT Sunan Giri Bima menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan dan penguatan peran keluarga dalam mendukung kesehatan mental ibu pascapersalinan.