
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhX0SSeujLX5eWmvp7xaPonifmCbXj4y_uO2burgUWcy7kTROnii3r0KeKCY3pZQrUfP7NpVITcQjn87MRqHU_bUyaGbuVWNnt6wuyWgHbG6fXz6H9tlwGDhserphgpFrma2foP5yd-omdn7KjGBnWgLxm2vZbACOkKu6-2IUziWU9m3LacCpaUC7UikA=w640-h384
Penulis: Kiki Afriani Putri
Realita yang terjadi sekarang bahwa peningkatan pendapatan masyarakat Indonesia mendorongnya untuk memiliki gaya hidup yang konsumtif. Kebutuhan pembelian barang dan jasa sering dilakukan sehingga menimbulkan perilaku konsumtif. Pertumbuhan perekonomian yang semakin stabil mendorong daya beli masyarakat sehingga banyaknya pemintaan terkait dengan produk dan juga jasa keuangan termasuk pembiyaan konsumtif yang semakin tinggi.
Pembiayaan konsumtif adalah fasilitas keuangan yang diberikan oleh lembaga keuangan baik bank syariah maupun bank konvensional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sederhananya pembiayaan konsumtif adalah pinjaman uang yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk membeli barang atau jasa yang sifatnya tidak produktif. Ada beberapa contoh barang dan jasa yang sifatnya tidak produktif yaitu:
- Pembelian kedaraan: Mobil, motor dll
- Pembelian rumah: Bisa rumah baru maupun bekas
- Peralatan elektronik: Televisi, kulkas, smartphone, leptop dll.
- Perjalanan wisata: Liburan, atau perjalanan bisnis
- Pendidikan: Biaya kuliah, atau sekolah.
Perilaku konsumtif sering dilakukan oleh kebanyakan masyarakat akibat kertertarikannya terhadap suatu barang yang tidak terlalu penting. Banyak masyarakat yang memimjam uang hanya untuk kebutuhan pribadinya saja dan ingin terlihat mewah didepan teman, rekan bisnis, dan bahkan adanya persaingan antara individu yang satu dengan individu yang lain.
Hal-hal seperti itu sering ditemui disekitaran kita. Solusi dengan adanya pembiayaan konsumtif yang semakin meningkat adalah adanya pembiayaan produktif yang lebih fokus pada kegiatan yang menghasilkan keuntungan. Seperti modal usaha, pembelian peralatan produksi, atau pengembangan bisnis. Pembiayaan seperti ini lebih menguntungkan dibandingkan pembiayaan konsumtif.
Dari banyaknya masyarakat yang sering melakukan pembiayaan konsumtif maka harus dibarengi dengan pembiayaan produktif agar pengeluaran sepadan dengan penghasilan. Ada beberapa ciri-ciri dari pembiyaan konsumtif yaitu: pertama, jangka waktu. masalah jangka waktu yang diberikan lebih pendek dibandingkan dengan pembiyaan yang produktif. Kedua, agunan (jaminan) ada yang memberikan jaminan dan ada juga yang tidak. Ketiga, tujuan ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari yang sifatnya konsumtif. Keempat manfaat memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-sehari tampa harus menabung dan menunggu hasil tabungan dengan jumlah yang sangat banyak.
Pembiayaan konsumtif didominasi oleh pembiayaan murabahah. Murabahah ialah salah satu bentuk akad jual beli yang merupakan akad penjualan dengan memperoleh keuntungan (margin) tertentu yang telah ditambahkan pada biaya perolehan barang sesuai kesepakatan. Pembiayaan akad murabahah dapat dilakukan secara tunai ataupun dicicil. Akad murabahah mendominasi diperbankan syariah jika dibandingkan dengan akad-akad yang lainnya.
Keuntungan pembiyaan konsumtif antara lain, memenuhi kebutuhan segera atau cepat. Memungkinkan seseorang untuk mendapatkan barang dan jasa tampa harus menunggu waktu yang sangat lama. Fleksibel banyaknya barang yang tersedia dengan memberikan jangka waktu dan besaran angsuran yang bervariasi. Mudah diakses dan Proses pinjanman yang fleksibel dan relatif mudah.
Resiko Beban hutang, jika seseorang meminjam dan tidak mmapu mnegelola dengan baik maka beban hutang yang ditanggung cukup besar. Suku bunga atau bagi hasil, adanya biaya tambahan yang perlu dibayar dan tergoda untuk melakukan hidup konsumtif dengan membeli barang-barang yang tidak berguna.
Tips menggunakan pembiyaan yang konsumtif yaitu Pertama, hitung kemampuan atau pastikan mampu membayar angsuran setiap bulan, Kedua, bandingkan produk, dan pilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, baca syarat serta ketentuan yang disepakati, sebelum menandatangani pastikan membaca dan pahami ketentuan yang diberikan. Keempat, disiplin membayar, diusahakan membayar angsuran tiap waktu agar tidak dikenai denda


