STIT SUNAN GIRI BIMA, KOTA BIMA. Sejak didirikan pada September 1994, Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya yang diasuh oleh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. setiap tahunnya rutin melaksanakan Ngaji kitab pada bulan Ramadhan. Sudah beberapa kitab yang telah dikhatamkan seperti Ta’limul Muta’allim, Adabud Dunya wad Din, Tafsir Aisya’ Binti Syathi’, Tafsir Min Dhilalil Qur’an, dan masih banyak lagi kitab-kitab lainnya.

Saya termasuk salah satu santri pertama An-Nur yang mengikuti pengajian beliau dan ikut khataman kitab-kitab tersebut. Rasa rindu akan pengajian beliau sangat membuncah karena ilmu yang ditularkan kepada santri sangat dalam, bermakna, menarik dan aktual.

Harapan saya suatu saat, pengajian beliau tidak hanya diikuti oleh santri yang tinggal di Pondok Pesantren tapi dapat juga dinikmati oleh alumni dan masyarakat umum yang haus akan ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, saya sangat bersyukur ketika ada informasi bahwa Kyai Ghazali Said pada Ramadhan tahun ini akan mengaji secara online. Munculnya ngaji online ini, menurut beliau adalah atas prakarsa beberapa orang santri yang masih bertahan di pondok pesantren, di mana sebagian besar yang lain sudah pulang kampung yang diakibatkan oleh adanya kebijakan kampus UINSA Surabaya yang meliburkan mahasiswanya karena adanya kovid 19 atau virus Corona yang sedang mewabah. Dengan adanya Ngaji online, diharapkan santri yang di rumah bahkan alumni dan masyarakat pecinta ilmu dapat menyimak dan ikut nimbrung menimba ilmu.

Ngaji online Ramadhan tahun ini mengkaji dua kitab, yakni kitab Mu’jizat al-Qur’an Jilid II karya al-magfurlah Syaikh Mutawalli al-Sya’rawi, guru beliau di al-Azhar Kairo Mesir, dibaca setelah sholat subuh dan kitab Maqashidus Shaum karya Syaikh ‘Izzuddin Abdussalam yang diampu oleh Dr. H. Mirwan Ahmad Taufiq, MA., M.Ed, menantu beliau, dikaji setelah sholat Ashar.

Pada pertemuan pertama, Kyai Ghazali Said atau yang santri An-Nur biasa sapa Abi, menginformasikan bahwa Ngaji kali ini merupakan kelanjutan dari Ngaji harian yang telah rutin berjalan. Artinya Ngaji online perdana bulan Ramadhan ini tidak dimulai pada jilid I tapi meneruskan ngaji harian yang telah dimulai beberapa bulan sebelumnya.

Pak Kyai menjelaskan bahwa pengarang kitab, Syaikh Mutawalli al-Sya’rawi, merupakan seorang pemikir al-Azhar, pernah menjadi menteri wakaf dan urusan al-Azhar dan termasuk tokoh abad 20 karena lahir tahun 1912 dan meninggal tahun 1998. Banyak pemikiran dan gerakan beliau yang mempengaruh dunia Arab dan dunia Islam. Di antara karyanya adalah Tafsir al-Sya’rawi yang mulai dari surat al-Fatihah hingga an-Nas. Beliau memiliki pengetahuan yang luas sehingga hampir semua ilmu dikajinya.

Pak Kyai juga menginformasikan bahwa tulisan-tulisan beliau yang banyak dicetak merupakan hasil pengajian yang ditulis ulang oleh santrinya. Tulisan-tulisan tersebut kemudian dikonfirmasi ulang kepada beliau. Setelah disetujui, barulah dicetak menjadi buku yang cukup banyak. Kajian-kajian yang beliau lakukan terbilang aktual karena banyak hal baru yang belum dikemukakan oleh ulama sebelumnya. Bersambung.

Syukri Abubakar