STIT BIMA – Kota Bima (22/9) Beberapa waktu lalu Mentri Agama Republik Indonesia mendapatkan penghargaan dari Detik.com atas prestasinya yang dikenal sebagai tokoh Transformasi Digital Pelayanan Keagamaan. Penghargaan tersebut diserahkan Pemimpin Redaksi detik.com Alfito Deanova kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali yang hadir mewakili Menag, Kamis (21/9/2023).
Pemimpin Redaksi Detik.com Alfito Deanova menyebut, penghargaan ini diberikan kepada Menag Yaqut karena selama memimpin Kementerian Agama, ia dinilai berhasil melakukan inovasi pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan keagamaan.
Dilansir dari situs resmi kementrian agama Republik Indonesia, ada 9 fakta transformasi digital Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas berikut ini:
1. PUSAKA SuperApps
Komitmen Menag dalam membangun pelayanan berbasis digital, ditindaklanjuti dengan diluncurkannya aplikasi PUSAKA Kementerian Agama. Aplikasi SuperApps ini dirilis pada 25 November 2022. Aplikasi ini diproyeksikan untuk menjadi satu-satunya aplikasi yang menaungi seluruh layanan Kementerian Agama.
2. Daftar Haji Jadi Mudah dengan SISKOHAT Terintegrasi
Pemanfaatan teknologi digital juga dilakukan dalam pelayanan haji dan umrah. Peningkatan kualitas Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) saat ini memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran haji secara elektronik, mengajukan perizinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) secara online, serta penyederhanaan proses dokumen haji.
3. Daftar Sertifikasi Halal Tidak Mahal Berkat SIHALAL
Transformasi digital juga dilakukan Kemenag pada layanan sertifikasi halal. Pengembangan Sistem Informasi Halal (SIHALAL) dilakukan secara berkelanjutan. “Aplikasi SIHALAL ini ditujukan untuk memudahkan pelaku usaha dalam mengurus sertifikasi halal. Dengan aplikasi ini, pengurusan sertifikat halal menjadi mudah dan murah,” kata Wibowo.
4. Ada SIMKAH, Daftar Nikah Jadi Mudah
Salah satu layanan Kemenag yang banyak diakses publik adalah pencatatan nikah. Maka, wajar bila transformasi digital juga menyentuh layanan ini. Sistem Informasi Nikah (SIMKAH) yang telah lama dioperasikan Ditjen Bimas Islam terus dikembangkan.
5. Cyber Islamic University
Dunia pendidikan keagamaan juga mendapat sentuhan transformasi digital. Cyber Islamic University, kampus perkuliahan serba virtual, digagas untuk dapat memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi para guru binaan Kemenag.
6. ASN Semakin Smart Berkat MOOC Pintar
Pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi hal penting yang menjadi perhatian Menag Yaqut. Memiliki hampir 250 ribu ASN, Kemenag perlu melakukan terobosan dalam melakukan pembinaan pegawainya. Karena itu, pada Juli 2022 diluncurkan metode MOOC (Massive Open Online Course) Pintar sebagai solusinya. Pada Agustus 2023 atau genap setahun aplikasi ini diluncurkan, setidaknya ada 144.019 peserta yang telah memanfaatkan MOOC Pintar.
7. Quran Isyarat
Afirmasi layanan keagamaan secara digital juga dilakukan Kemenag bagi kelompok masyarakat disabilitas. Ini ditandai dengan dikembangkannya Qur’an Kemenag berbahasa isyarat dan terjemah Al-Qur’an berbahasa daerah oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag.
Kedua fitur tersebut merupakan hasil pengembangan Quran Kemenag Android versi 2.4 RC1 oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), Balitbang dan Diklat, Kementerian Agama.
Al-Qur’an Isyarat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan teman-teman Tuli atau Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW). Hal ini sejalan dengan amanah UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dalam Pasal 14 C diatur bahwa penyandang disabilitas memiliki hak mendapatkan kitab suci dan lektur keagamaan lainnya yang mudah diakses berdasarkan kebutuhan.
8. Website Ramah Disabilitas
Afirmasi lain juga dilakukan dengan memunculkan fitur ramah disabilitas pada website Kementerian Agama. Fitur ini diluncurkan para Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Keterbukaan informasi adalah amanah undang-undang, dan itu menjadi hak semua warga, termasuk sahabat disabilitas. Pada momentum HUT ke-78 kemarin, kami hadirkan fitur baru yang memudahkan akses disabilitas pada layanan informasi Kemenag,” terang Wibowo.
9. Satu Data Kemenag
Transformasi digital juga dilakukan Kemenag dalam pengintegrasian serta penyajian data pendidikan agama dan keagamaan. Melalui portal satudata.kemenag.go.id, masyarakat dapat menemukan berbagai data yang dibutuhkan.


