Kota Bima, 21 Februari 2025 – Mahasiswa KKN-PPL Integratif STIT Sunan Giri Bima mengadakan pendampingan bagi masyarakat di Lingkungan Ndanonae, Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, dalam pengolahan bahan alami menjadi teh herbal. Minuman ini mereka namakan Teh Sreh, yang terbuat dari kunyit, serai, kulit jeruk kuning, madu dan gula, bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Pendampingan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mengolah rempah-rempah agar lebih bernilai guna. Selain memiliki manfaat bagi kesehatan, Teh Sreh juga berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat dijual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar, inovasi ini diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi warga.

Dosen pembimbing lapangan, Adi Haryanto, M.Pd., turut hadir untuk memantau jalannya kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, mengingat inovasi ini merupakan pengalaman baru bagi mereka. Kehadiran teh berbahan alami yang kaya manfaat ini disambut dengan semangat, terutama karena belum pernah mereka buat sebelumnya. Selain memberikan wawasan baru, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah hasil alam.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kelurahan Ntobo, Kepala Dusun Ndanonae, para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta ibu-ibu dan anak-anak setempat. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat dapat terus mengembangkan produk teh herbal berbasis bahan alami, baik untuk konsumsi pribadi maupun sebagai peluang usaha yang berkelanjutan.