Rabu (13/11), STIT Sunan Giri Bima dikunjungi oleh LPM UIN Mataram yang diwakilkan oleh Dr. Yusuf, M. Pd. Kunjungan tersebut dilakukan dalam agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) eks-PKDP tahun 2023 lalu. Wakil Ketua I bidang Akademik bapak Ahmad Syarif HM.,M.Pd menyambut baik kunjungan tersebut. Beliau turut meminta masukan serta saran untuk pengembangan Kampus tertua di Bima ini ke depannya, terkhusus lewat proses PKDP bagi para Dosen.

Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) sebagai program prasyarat bagi dosen-dosen sebelum mengikuti Sertifikasi Dosen di lingkup Kementerian Agama Republik Indonesia. Di STIT Sunan Giri Bima pada tahun 2023, alhamdulillah mendapatkan kuota 3 orang Dosen yang ikut proses PKDP. Satu Dosen Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Dua orang Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Mereka juga lulus menjadi Dosen Sertifikasi di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia lewat Kopertais XIV Mataram.

Dalam sesi monev tersebut, para peserta eks-PKDP diingatkan untuk tidak berlama-lama menjadi Asisten Ahli dan harus segera mengurus kepangkatan menjadi Lektor. Minimal 3 tahun pasca PKDP, harus memiliki 1 buku dan tulisan-tulisan artikel harus publish ke jurnal yang sudah terakreditasi (SINTA). Perlakuan tersebut sebaiknya juga diikuti oleh dosen-dosen lain yang belum sertifikasi. Karena nanti juga akan mengalami hal yang serupa. Terlebih dosen wajib mengumpulkan laporan Beban Kinerja Dosen (BKD) setiap semester, terlepas sudah serdos atau tidak. Karena nanti Eligibel nya data sebagai calon serdos tergantung hal-hal demikian. Akademisi yang akrab dengan sapaan Dr. Yusuf tersebut kembali menegaskan bahwa Dosen sertifikasi harus mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah ke jurnal SINTA 4. Dan itu semua wajib diupdate pada akun SINTA dan SISTER masing-masing Dosen agar terkonfigurasi dengan PDDIKTI.

Sebagai Dosen sertifikasi, Dosen-dosen dihimbau untuk memaksimalkan Tridharma Perguruan Tinggi dengan join melalui riset-riset di Litapdimas. Apalagi ada bantuan penelitian MORA yang setiap peneliti diberi tunjangan perbulannya, tidak seperti bantuan penelitian lainnya yang terbatas. Setiap bulan Juni dan Oktober dilakukan seleksi. “Jangan karena kampus kecil lantas menjadikan diri juga kecil, justru karena kampus kecil harus menunjukkan diri agar menjadi besar” Tutupnya.

Di akhir acara yang juga diikuti oleh Dosen Sertifikasi dari STIQ Bima dan STIS Al-Ittihad Bima, semua dosen dihimbau kembali untuk mengurus kepangkatan di Kopertais XIV Mataram. Beliau mengingatkan untuk memanfaatkan aturan Kopertais yang cenderung mudah untuk kepengurusan kepangkatan. Beliau membandingkan dengan dosen PTKIN yang harus menunggu hingga 2 tahun baru bisa mengurus kepangkatan. Oleh sebab itu dosen-dosen harus segera menjemput peluangnya. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.