Kota Bima – Prinsip dari riset ke produk menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya berhenti pada kerja akademik yang bersifat teoritis, tetapi mampu menerjemahkan hasil riset menjadi karya yang berdampak langsung bagi masyarakat. Inilah yang ditunjukkan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Laskar Bima Craft (LBC) bersama mahasiswa penerima KIP Kuliah STIT Sunan Giri Bima melalui penciptaan produk sabun cuci piring berbasis bahan lokal.

Proses manual pengolahan bahan sabun cuci piring oleh mahasiswa STIT Sunan Giri Bima di UKM-LBC.

Mahasiswa sebagai agent of change memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, jurnal, dan skripsi, tetapi juga menghadirkan pembaruan yang aplikatif dan solutif. Melalui pendekatan riset terapan, mahasiswa LBC dan KIP STIT Sunan Giri Bima melakukan pengkajian bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, salah satunya jeruk nipis, yang kemudian diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Proses riset dan produksi sabun cuci piring tersebut dilakukan di bawah bimbingan langsung Adi Haryanto, M.Pd, selaku Pembina Laskar Bima Craft. Produk ini kemudian diberi nama LBC Fresh dan telah mulai diproduksi secara rutin serta didistribusikan ke sejumlah wilayah, baik di Kota Bima maupun Kabupaten Bima.

Setiap pekan, mahasiswa LBC secara konsisten melakukan produksi guna memenuhi kebutuhan konsumen. Berdasarkan tanggapan beberapa pengguna, LBC Fresh dinilai memiliki kualitas yang baik, antara lain menghasilkan busa yang melimpah, efektif menghilangkan bau pada peralatan makan, serta sangat lembut pada tangan saat digunakan. Keunggulan lainnya adalah harga produk yang relatif terjangkau sehingga mudah diterima oleh masyarakat.

Inovasi ini menegaskan bahwa STIT Sunan Giri Bima, sebagai perguruan tinggi keagamaan swasta di Kota Bima, terus mendorong penguatan kemampuan akademik dan non-akademik mahasiswa secara berimbang. Kampus tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori, tetapi juga memfasilitasi lahirnya karya nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam bidang kewirausahaan dan ekonomi kreatif.

Adi Haryanto,M.Pd, menyampaikan bahwa setiap tahun mahasiswa yang tergabung dalam Laskar Bima Craft ditargetkan mampu menghasilkan produk unggulan. “Pada akhir tahun 2025 ini, mahasiswa LBC berhasil menghadirkan produk sabun cuci piring yang mendapatkan respons sangat positif, baik dari pimpinan kampus maupun masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan inovasi mahasiswa LBC tidak akan berhenti pada satu produk saja. “Insya Allah, ke depan akan lahir berbagai produk lainnya seperti sabun mandi, sabun cuci, dan beragam varian produk sabun sebagai bentuk keberlanjutan kreativitas dan riset mahasiswa,” tutupnya.