STIT BIMA – Kota Bima (01/11), Mengikuti instruksi dari surat edaran kopertasi wilayah XIV Mataram, agar semua rektor/ketua PTKIS di bawah naungannya diwajibkan untuk benchmarking (studi banding) ke sekretariat kopertais wilayah III Yogyakarta bertempat di UIN Sunan Kalijaga. Dalam implementasinya, setiap PTKIS bisa diwakilkan oleh wakil Ketua apabila berhalangan. STIT SUNAN Giri Bima lantas mengutus Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan bapak Abd. Salam, M.Pd.I untuk melakukan perjalanan dinas tersebut, “hal ini dilakukan agar para wakil ketua mendapatkan pengalaman studi banding”, ujar bapak Irwan Supriadin J.,M.Sos.I selaku Ketua. Hari senin sore tanggal 30 Oktober 2023 beliau star dari Bima menggunakan Bus agar Selasa esok harinya dapat rombongan menuju Kopertais III Yogyakarta bersama PTKIS lainnya. Pukul 09.00 WIB akhirnya tiba di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Sekretariat Kopertais III Yogyakarta.

Dr. Moh. Soehadha, S.Sos.,M.Hum., selaku sekertaris Kopertais III Yogyakarta menyampaikan bahwa Kopertais III paling kecil dibandingkan dengan Kopertais yang lain, mengingat hanya menaungi 13 PTKIS. Selanjutnya pada kesempatan itu, kami diajak ke beberapa PTKIS binaanya yang diakui memiliki keunggulan dari yang lainnya. Seperti Institut Ilmu al-Qur,an (IIQ) An-Nur Yogyakarta, STAIMS Masjid Syuhada Yogyakarta dan STEI Hamfara Yogyakarta. Kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk membuka kemungkinan kerjasama PTKIS naungan Kopertais III Yogyakarta dan Kopertais XIV Mataram.

Kopertais XIV Mataram menurut pengakuan Dr. Nazar Naamy, M.Si paling banyak menaungi Perguruan Tinggi, yakni 34 PTKIS. Setiap PTKIS agar dapat membuka wawasan, mengukur diri dan posisi perguruan tinggi yang dinahkodai sekarang secara strategis berada di mana. Tergolong maju, menengah, atau tertinggal. Selanjutnya setiap PTKIS yang ikut lantas dibagi 3 kelompok, dan ditugaskan untuk mengambil data-data yang diperlukan. Seperti sejarah kampus itu berdiri, pengajuan prodi, akreditasi, sapras, perkembangan mahasiswa, kenaikan pangkat dosen, dan lainnya.

Dr. Moh. Soehadha menegaskan bahwa Kebijakan akademik yang penting juga diperhatikan oleh perguruan tinggi. Lebih lanjut beliau menyampaikan untuk menyiapkan draf MoU untuk menambah nilai akreditasi masing-masing PTKIS. bermaksud melengkapi, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag berpesan, semoga setiap PTKIS yang ikut studi banding dapat membawa pulang oleh-oleh akademik selama berada diyogyakarta dan dapat diterapkan pada kampus masing-masing.

Sebagai salah satu tuan rumah, rektor Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Dr. Ahmad Sihabul Millah, MA., menyatakan bahwa al-Qur,an sudah menjadi ciri khas bagi 6 prodi yang mereka miliki; prodi PAI, PGMI, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadits, Ekonomi Syariah, dan Pervankan Syariah. Setiap prodi diwajibkan memasukkan matakuliah tahfidz, qiroah sab,ah. Masing-masing prodi memiliki sanad, akreditasi B dan baik sekali. Beliau mengupayakan 50% dosennya ialah doktor, sehingga mendapatkan akreditasi baik sekali.

Sebagai penutup, Dr. Nazar Naamy berpesan kepada setiap PTKIS yang ikut dalam rombongan studi banding agar segera alih status PT. Mulai perbaiki SDM dengan mengupayakan jabatan fungsional dosen menjadi lektor dan lektor kepala. Sehingga peluang akreditasi 50 % dapat diprediksi baik dan baik sekali. Beliau mengingatkan jangan sampai borang akreditasi hasil copy paste. Delegasi yang diutus untuk mengikuti worskhop borang harus orang yang sama berturut-turut, jangan sampai kena TMSP. Untuk MoU nantinya bisa ditindaklanjuti via zoom. Bentuknya bisa pertukaran pelajar atau seputar Tridharma Perguruan Tinggi.