STIT Bima, 12 Agustus 2025 — Kabar membanggakan kembali datang dari Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima. Devi Ratnasari, mahasiswi semester III Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) asal Desa Kadindi, resmi menerbitkan novel perdananya berjudul Cinta Tak Bersyarat. Karya ini diluncurkan pada akhir Juni lalu, menandai langkah awal Devi di dunia sastra meskipun perjalanan akademiknya masih berada di pertengahan jalan.

Prestasi ini segera menjadi sorotan di kalangan civitas akademika dan masyarakat. Cinta Tak Bersyarat bukan sekadar novel, tetapi simbol bahwa kreativitas dan capaian akademik dapat lahir dari lingkungan belajar yang sederhana. Lahir dari kampus sederhana seperti STIT Sunan Giri Bima bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi; justru hal itu menjadi cambuk untuk terus belajar dan mampu bersaing dengan mahasiswa dari kampus besar lainnya, baik dalam skala regional maupun nasional.

Devi sendiri merupakan salah satu mahasiswi berprestasi yang juga menerima Beasiswa Ekonomi Kreatif dari kampus STIT Sunan Giri Bima. Penghargaan ini ia raih berkat ketekunannya belajar dan konsistensinya berproses dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Laskar Bima Craft (LBC), sebuah wadah pembinaan dan pelatihan keterampilan mahasiswa. Di LBC, Devi fokus pada bidang pembinaan kepenulisan, mengasah kemampuannya hingga mampu melahirkan karya sastra yang kini dapat dinikmati masyarakat luas.

STIT Sunan Giri Bima, yang berdiri jauh dari sorotan kota besar dan kemegahan arsitektur modern, telah membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak semata diukur dari fisik bangunan. Kampus ini konsisten menanamkan nilai-nilai keilmuan, membentuk karakter, serta mengasah keterampilan mahasiswa. Dorongan untuk berkarya menjadi bagian tak terpisahkan dari proses belajar, membekali mereka tidak hanya sebagai pendidik yang kompeten, tetapi juga sebagai insan kreatif yang siap berkontribusi luas bagi masyarakat.

Keberhasilan Devi menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar dapat tumbuh di mana saja. Dari kaki Gunung Tambora yang bersejarah, lahirlah karya sastra yang berpotensi menjangkau pembaca di berbagai daerah dan mengharumkan nama almamater hingga ke panggung nasional.