Kota Bima, 7 Maret 2025–Beberapa poin penting dari 5 tips yang digambarkan tentang keterampilan bisnis ini, saya mencoba mengulas dan mengupas terlebih dahulu poin pertama (pelajari dan berlatih) di LBC STIT BIMA
Hal mendasar yang dilakukan oleh LBC STIT Sunan Giri Bima pada saat perekrutan anggota adalah “pelajari dan berlatih”. Skema ini menjadi utama untuk menunjang agar setiap individu akrab dengan keterbatasan hal-hal baru yang selama ini mungkin tidak pernah mereka bayangkan atau tidak mereka dapatkan sebelumnya. Di sisi lain, hal-hal yang sudah biasa dianggap tidak sesuai dengan tujuan dunia perkumpulan, khususnya di STIT Bima, sehingga sering diabaikan dan kadang ada yang menilai sinis.
Namun, saya anggap yang sinis itu masih terjebak dalam tidur panjang dan belum menyadari kondisi dunia yang akan menjadi mimpi buruk jika tidak memanfaatkan kesempatan untuk belajar banyak hal. Ada beberapa kata bijak yang sering saya baca di beranda Facebook: “Apa pun jurusan kuliahmu, ujung-ujungnya jatuh juga pada jurusan ekonomi.” Silakan masing-masing terjemahkan maksudnya!.
Pelajari dan berlatih merupakan hal yang hampir terlupakan oleh anak muda saat ini setelah mereka dihadapkan dengan teknologi yang serba canggih, yang membuat mereka merasa instan untuk memahaminya. Oleh karena itu, jangan heran jika banyak sarjana yang memiliki ijazah, namun pengalaman dan pemahaman mereka tidak mencerminkan mereka benar-benar berijazah dan pernah berada di bangku kuliah.
Pelajari dan berlatih, itu bukan hanya soal wirausaha atau bisnis, ini soal komponen kebutuhan yang memberikan matriks bahwa kita memiliki keunikan yang akan menjadi magnet. Keunikan ini akan membuat jasa individu yang terlatih dibutuhkan, tanpa harus menjadi pengemis akademik yang berkepanjangan. Cukuplah versi “jomblo”, jangan lagi versi “pengangguran” yang akan disandang setelah menyelesaikan kuliah selama 4 tahun nanti.
LBC STIT Bima memiliki pola dan struktur yang sangat kompleks terkait perekrutan anggotanya. Tujuannya, jika lapangan kerja tidak ada, maka keterampilan yang dimiliki bisa menjadi usaha sampingan sebelum ijazah yang dimiliki dilamar oleh pekerjaan yang sesuai.
LBC STIT Bima mengawali perekrutan anggotanya dengan menyuruh mereka “belajar dan berlatih”. Jika emosionalnya stabil, kesabaran terlihat, niatnya baik, dan kemauannya tinggi, maka mereka dapat melanjutkan ke tahap kedua, yaitu diberi tugas untuk kerja mandiri, baik itu membuat produk, tulisan, maupun multimedia.
Setelah mampu melewati tahap ini, mereka baru dapat dikatakan sebagai calon anggota LBC dan diberikan pelatihan khusus selama 3 bulan. Jika mampu bertahan, mereka akan dilanjutkan ke tahap MIBA. Jika lolos di MIBA, mereka baru dapat disebut sebagai anggota LBC. Selama satu semester setelah MIBA, anggota akan dinilai apakah mereka pantas disebut anggota LBC militan, istimewa, lepas, atau pemeriah (sekedar bertamu) saja . Kategori ini tergantung pada kinerja anggota selama 6 bulan.
Hal ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana mereka telah mempelajari dan melatih keterampilan mereka. Kadang-kadang, dari 100%, hanya sekitar 35% yang menjadi militan dan siap terjun ke lapangan tanpa pendampingan. Sisanya, banyak yang masih didorong, ada yang hanya ingin mengisi waktu, dan ada juga yang takut karena sistem yang ada di STIT Bima. Namun, bagi yang sudah lulus, ada juga yang kecewa karena mereka tidak mau fokus setelah mengetahui kebutuhan di luar sana. Karena LBC bukan hanya soal wirausaha, tetapi juga melatih diri dalam banyak hal, termasuk teknologi multimedia dan desain.