Kota Bima, 3 Mei 2025 – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima kembali menggelar Kuliah Pemikiran sesi ketiga secara daring, bekerja sama dengan Penerbit Pro De Leader dan Indonesian Universities Consortium on Social-Religious Studies (IUCSRS). Pada sesi ini, tema yang diangkat adalah “Mengupas Pemikiran Seyyed Hossein Nasr,” dengan menghadirkan narasumber utama Drs. Wahyuddin Halim, MA, MA, Ph.D., akademisi dan peneliti di bidang antropologi agama dan studi Islam, sekaligus dosen senior di UIN Alauddin Makassar.
Acara dibuka oleh Muhammad Saleh Mude selaku CEO Penerbit Pro De Leader yang juga menjadi keynote speaker. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pemikiran Seyyed Hossein Nasr sangat penting dikaji sebagai respons atas krisis spiritualitas dan ekologi yang dihadapi masyarakat modern saat ini. Ia turut membagikan pengalaman pribadinya ketika berkesempatan bertemu langsung dengan Nasr di Amerika Serikat, yang menurutnya merupakan momen berharga dalam perjalanan intelektualnya dan memperkaya perspektifnya tentang Islam dan spiritualitas.
Dalam pemaparannya, Drs. Wahyuddin Halim mengungkapkan bahwa Seyyed Hossein Nasr adalah seorang pemikir besar asal Iran, lahir pada 7 April 1933, yang menempuh pendidikan tinggi di MIT dan Harvard University. Pemikiran Nasr meliputi tradisi perennial, epistemologi suci, kosmologi alam, serta kritik tajam terhadap modernitas dan ekologi spiritual. Ia menyoroti fenomena meningkatnya angka bunuh diri, terutama di kalangan muda, yang menurutnya disebabkan oleh krisis spiritualitas yang melanda umat di era akhir zaman. Dalam konteks ini, konsep filsafat perennial dan tasawuf Nasr menawarkan solusi yang relevan untuk mengatasi masalah tersebut. Halim juga mengulas karya-karya monumental Nasr, seperti Knowledge and the Sacred, Man and Nature, serta Islam: Ideals and Realities, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta berbagai karya Nasr lainnya yang membahas kedalaman spiritual dan hubungan manusia dengan alam.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi, mahasiswa, dan pemerhati pemikiran Islam kontemporer dari berbagai perguruan tinggi, seperti STIT Sunan Giri Bima, STIE Bandung, STKIP Yapis Dompu, STIS Al-Ittihad Bima, serta PKU-MI Istiqlal Jakarta dan UIN Raden Mas Said Surakarta. Hadir pula Direktur IUCSRS, Assoc. Prof. Ismail Suardi Wekke, Ph.D., dan Ketua STIT Sunan Giri Bima, Irwan Supriadin J., M.Sos.I. Kuliah ini menjadi sarana penting dalam menanamkan pemahaman kritis dan spiritual di tengah derasnya arus digitalisasi global. Acara ini dimoderatori oleh Sekretaris P3M STIT Bima, Muhammad Akbar, M.Pd.


