Zoom Meeting Kuliah Pemikiran Fazlur Rahman (19 April 2025)

Kota Bima, 19 April 2025 – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima kembali menjalin kolaborasi strategis dengan Penerbit Pro De Leader dan Indonesian Universities Consortium on Social-Religious Studies (IUCSRS) dalam menyelenggarakan Kuliah Pemikiran sesi pertama secara daring. Kegiatan ini mengangkat tema “Studi Pemikiran Fazlur Rahman” dan menjadi bagian dari agenda berkelanjutan untuk memperluas wawasan keilmuan serta memperdalam pemahaman terhadap pemikiran tokoh-tokoh Islam klasik dan kontemporer. Acara ini turut dihadiri oleh dosen dan mahasiswa STIT Sunan Giri Bima, dosen STKIP YAPIS Dompu, mahasiswa S2 UIN Surakarta, serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap kajian pemikiran Islam.

Direktur IUCSRS, Assoc. Prof. Ismail Suardi Wekke, Ph.D., dalam sambutan pembukanya menegaskan pentingnya memahami warisan intelektual Fazlur Rahman yang begitu luas pengaruhnya di dunia Islam, termasuk Indonesia. “Fazlur Rahman sebagai salah seorang pemikir Islam yang pemikirannya banyak diminati oleh para sarjana Indonesia. Kita sebutlah seperti Amien Rais, Ahmad Syafii Maarif dan Nurcholish Madjid merupakan generasi pertama mahasiswa Indonesia dan menjadi murid langsung dari Fazlur Rahman,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa forum-forum seperti ini sangat penting untuk menghidupkan kembali semangat berpikir kritis dan pembaruan dalam Islam.

Sebagai narasumber utama, Muh. Saleh Mude selaku CEO Penerbit Pro De Leader yang kini tengah menempuh studi doktoral di Hartford University, Amerika Serikat menyampaikan materi secara mendalam tentang pemikiran Fazlur Rahman. Ia mengatakan, “Fazlur Rahman adalah salah seorang raksasa pemikir yang dimiliki Islam abad modern. Ia dengan sekuat tenaga menyelesaikan persoalan-persoalan rumit yang dialami masyarakat Muslim. Sesaat setelah mangkat, universitas di mana ia mengajar, konon harus menyiapkan empat profesor dengan empat keahlian yang berbeda untuk bisa menggantikan dirinya mengajar. Betapa itu menandakan keluasan ilmu yang dimiliki. Chicago University harus mencari empat orang ahli filsafat, tasawuf, teologi, metodologi, dan pembaharuan Islam untuk bisa menggantikan seorang pengajar, yaitu Prof. Fazlur Rahman”, ungkapnya.