Empat tahun sudah STIT Sunan Giri Bima intens melakukan sosialisasi kampus dengan mengedepankan nilai jual Asrama Gratis dan pembinaan-pembinaan Ekstrakurikuler. Tanpa disadari, STIT Bima sedang berupaya menggagas arah lulusannya yang dulu dipersiapkan menjadi seorang guru, kini dipersiapkan untuk siap kerja. Antara agama, pendidikan umum, entrepreneur, dan tekhnologi coba dikombinasikan untuk menciptakan lulusan yang memiliki daya saing secara nasional dan internasional. Keseriusan tersebut dibuktikan dengan terus berkembangnya kreativitas-kreativitas mahasiswa yang diimbangi dengan bermetamorfosanya unit kegiatan mahasiswa (UKM) L.Bima Craft  menjadi sebuah Lembaga Bisnis dan Kewirausahaan (LBK) yang setara dengan Prodi dan LP2M.

Kreativitas-kreativitas tersebut hampir menyentuh semua lini Hard skill dan soft skill. Singkatnya generasi terbaru STIT Sunan Giri Bima dirancang untuk memiliki Kompetensi dan Mampu berkerjasama dengan baik dengan lingkungan kerjanya. Kompetensi sendiri dibagi menjadi 4 (empat) macam, yakni ; 1) Kompetensi Pedagogik, 2) Kompetensi Kepribadian, 3) Kompetensi Profesional dan 4) Kompetensi Sosial.

Kompetensi Pedagogik menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 28 Ayat 3 butir a ialah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Artinya, lulusan STIT Bima memang dipersiapkan menjadi seorang guru.

Kompetensi Kepribadian, Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 28 ayat 3 butir b, adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

Kompetensi Profesional, Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 28 Ayat 3 butir c, ialah  kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Artinya guru memiliki pengetahuan yang luas serta mendalam tentang subjec matter (mata pelajaran) yang diampu dan akan diajarkan, serta penguasaan metodologis dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoritik, mampu memilih metode yang tepat, serta mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar.

Kompetensi Sosial, Menurut Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 Pasal 28 Ayat 3 Butir d bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Oleh sebab lulusan pada dasarnya memiliki ijazah yang mengarah pada profesi keguruan, maka mereka akan mengemban dua misi sekaligus, yaitu tugas keagamaan dan profesi. Ketika guru melakukan kebaikan dengan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada manusia sebagai makhluk termulia di muka bumi ini dengan memulainya dari hati. Artinya lulusan memang diupayakan menjadi pribadi yang mampu menjiwai setiap perannya di masyarakat dan di dunia kerja. Singkatnya lulusan harus memiliki Hard skill dan soft skill. Lantas apa itu Hard skill ?  Hard skill adalah keahlian utama yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan lebih tepatnya ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Sedangkan Soft skill adalah kemampuan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri dan kemampuan berhubungan dengan orang lain.

Untuk membentuk Hard Skill, STIT Bima tidak hanya menyiapkannya menjadi seorang guru seperti yang dijelaskan tadi, melainkan juga disiapkan sebagai pelaku-pelaku usaha di dunia kerja. Maka dari itu ada beberapa pembinaan yang kami lakukan untuk membentuknya, yakni dengan membuat program-program unggulan. Ada beberapa Program unggulan yang ditawarkan oleh kampus STIT SUNAN GIRI BIMA, yakni :

Bahasa, yang meliputi bahasa Arab & Inggris

Jika calon mahasiswa punya keinginan untuk kursus bahasa Arab dan Inggris, STIT BIMA tempat yang paling cocok. Dan ini free alias gratis atau tidak dipungut biaya. Kegunaannya untuk apa? Nah ketika selesai kuliah lantas ingin melanjutkan ke jenjang pascasarjana, maka bekal utama kamu dari segi bahasa sudah siap. Jikalaupun ingin fokus pada dunia entrepreneur, alumni diharapkan mampu mengembangkan usahanya dengan skala internasional (Bahasa sudah siap). Untuk pembina bahasa arab langsung ditangani oleh bapak Ahmad Syagief, M. Ag dan Ibu Nurlaela, M.Pd. Sementara pembina bahasa Inggris nya bersama dengan bapak dosen ganteng pak Zulkifli, M.Pd.

Tahfiz & Tilawah

Sebagai Perguruan Tinggi Agama akan sangat tidak delicious apabila tidak memadu padankan antara dalil aqli (Pengetahuan umum) dan dalil naqli (Teks-teks suci). Nah kalau sobatku sudah punya hafalan, ditambah suaranya merdu ketika melantunkan ayat-ayat Allah. Maka InsyaAllah di dunia akademik atau di Masyarakat sobatku tidak akan kesulitan dalam meniti karir ke depan. Untuk pembina Tahfiz ada bapak Dr. Sampara Palili, M. Pd. I dan bapak Hermawansyah, M.Pd.I. Sementara untuk Tilawah ada ibu Nurlaela, M. Pd yang akan mengasah kemampuanmu dalam mendendangkan lagu bayani, nahwan dan lainnya.

Keagamaan

Pada aspek keagamaan, nantinya akan dibina untuk membawakan Khotbah (khusus laki-laki), kultum dan MC. Nah bahasa sudah, dalil naqlinya di Tahfiz, dalil aqlinya di bangku kuliah, Suaranya di Tilawah, sekarang kemampuan mengolah semuanya agar menjadi sebuah konsep dan materi yang keren kami siapkan pada program unggulan keagamaan. Pembinanya adalah Ustadz Julkarnain, S. Pd. I (UJ) yang alhamdulillah sudah profesional di bidangnya. Tidak hanya itu, marawis juga diperkenalkan sehingga alumni dapat mengetahui serta memahami Islam secara utuh lengkap dengan budayannya.

Kreativitas

Tidak cukup sampai di situ, di dunia usaha tentunya membutuhkan skill-skil tertentu. Dan kami memilih mengembangkan ekonomi kreatif yang dibina langsung oleh bapak Hermawansyah, M. Pd. I. Ditangan beliau akan dibawa menuju iklim entrepreneur untuk mengasah kemampuan berbisnis. Mulai dari sablon, seni kriya, olahan limbah, gantungan kunci, olahan makanan dan minuman, sampai pada rutinitas Multimedia.

Penulisan Aksara Bima dan Arab Melayu

Untuk persoalan Aksara Bima dan Arab Melayu akan ditangani oleh bapak Dr. Syukri Abubakar, M. Ag. Kenapa beliau? Karena Disertasi beliau khusus mengangkat masalah aksara Bima. Berkat jasa beliau yang mengangkatnya ke dunia akademik, aksara bima bisa dinikmati oleh kita semua.

Jurnalistik

kegiatannya yang tidak kalah penting, yakni pembinaan jurnalistik. Siapa pembinanya? beliau adalah pak Sofiyan Asy’ari. Wartawan senior yang sudah sangat profesional di bidangnya. Setelah semua kompetensi pengetahuan, keagamaan, kreativitas, seni dan budaya, maka kemampuan mengolah kata untuk menjadi sebuah karya tulis yang layak dikonsumsi publik sangat dibutuhkan. Sehingga alumni juga dimungkinkan menjadi seorang wartawan dengan kemampuannya menulis esay dan berita.

Untuk pengembangan Soft skill, mahasiswa dalam setiap kegiatan tersebut dilatih dan diasah untuk selalu peka dalam  berkerjasama. Rasa kekeluargaan dibangun antara mahasiswa dengan Mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, dan mahasiswa dengan masyarakat. Setelah dibina di kampus, di lapangan (masyarakat) mereka akan dituntun mencari pengalaman-pengalaman langsung dalam bidang keagamaan, bisnis dan kegiatan-kegiatan lainnya.

STIT Sunan Giri Bima sadar bawa seseorang yang ingin meraih sukses tentunya harus memulai beberapa hal; Mulai dari Learning (Belajar), Competence (Kompetensi), Training (Latihan), Eksperience (Pengalaman), Ability (Kemampuan), Growth (Pertumbuhan), Advanced (Maju), knowledge (Pengetahuan). Sehingga kami berupaya menjaga keseimbangan antara potensi-potensi tersebut.

Untuk mendukung upaya belajar, maka mahasiswa akan diupayakan mendapatkan beasiswa. Ini penting untuk membuat mereka tetap fokus belajar, mulai dari beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Miskin, Beasiswa Subsidi, Beasiswa Tahfiz dan Beasiswa Prestasi. Yang pada intinya semua beasiswa ini bertujuan membuat mahasiswa atau calon alumni berkompetisi dalam belajar dan meraih masa depan yang cerah.

Tidak hanya itu, untuk tempat tinggal, kami  menyediakan asrama gratis tidak dipungut biaya apapun mulai dari semester 1 – 8 (4 tahun). Program-program ini tidak lain bermaksud menggembleng kemampuan mahasiswa sekalian agar siap kerja. Kalaupun mau lanjut ke jenjang pascasarjana, kemampuan mereka sudah memadai.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *