REFLEKSI KEJAHATAN SEKSUAL PADA ANAK DI BIMA

Bapak/ibu sobatku yang budiman, akhir-akhir ini kasus pemerkosaan, pencabulan dan segala hal yang berkaitan dengan kejahatan Sexual begitu marak terjadi di tanah kelahiran kita. Bahkan yang terjadi terakhir kali ini bocah 10 Tahun harus meregang nyawa akibat nafsu bejat dari para predator anak. Imbas dari itu, banyak dari kita melampiaskan kekesalan dengan menghujat  mereka seolah-olah mereka begitu hina dan hanya kita yang paling suci.

Sobatku yang budiman… Marilah merenung sejenak, hentikan mencaci dan menghujat. Mari pikirkan apa yang salah sebenarnya dari tanah kelahiran kita ini. Sehingga kejahatan sexual seolah-olah tumbuh dan bermekaran di setiap pelosok.

Sobatku mencaci mereka tidak menjadikan masalah ini selesai. Tidak akan bisa memperbaiki mental anak-anak itu. Tidak juga bisa membuat yang telah wafat hidup kembali. Dan justru akan mencerminkan pribadi-pribadi sobatku lebih hina di mata Allah SWT. Bisa Jadi hal ini justru akibat ulah kita sendiri, mari merenung dan berkaca sejenak. Kesampingkan mencaci, mari mencari akar permasalahan agar kita temukan Solusinya.

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG HAWA NAFSU

“Hawa nafsu” terdiri dari dua kata: hawa (الهوى) dan nafsu (النفس). Hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia; berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang. Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut.( Richard Lazarus with Bernice N Lazarus, 1994)

Kata ‘nafsu’ bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa (=hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan bersetubuh.( Syafrein Effendi Usman dan Norain Ishak, 1992.)

Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab: Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak, Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera; usaha, Syahwat (الشهوة): keinginan untuk mendapatkan yang lazat; berahi. ( Syafrein Effendi Usman dan Norain Ishak, 1992.)

PENYEBAB LIARNYA HAWA NAFSU

Hawa nafsu merupakan hal yang tidak mudah dikendalikan. Itu sebabnya musuh yang paling utama dalam diri kita sendiri ialah hawa nafsu kita sendiri. Namun apa penyebab liarnya hawa nafsu? Yuk kita kenali, setidaknya ada 9 penyebab liarnya hawa nafsu menurut Ustadz Arifin Ilham;

Pertanda Lemahnya Iman

Kerasnya hati, Allah berfirman dalam al-Qur’an Surah al-Hadid: 16; “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”.(Al-Hadid : 16)

Menjauhi Pelajaran dan keteladanan yang baik. Seseorang yang berguru kepada orang yang shalih, maka dia bisa memadukan ilmu yang bermanfaat, amal yang shalih dan iman yang kuat. Dia bisa berkolusi dan menyerap ilmu, akhlak dan keutamaan-keutamaan gurunya. Bila dia menjauhinya hingga sekian lama, maka dia pun akan merasakan kekerasan di dalam hatinya.

Malas menuntut Ilmu Agama dan Referensi yang menyejukan Hati, Tidak mau mencari ilmu syariat dan tidak mau menggali buku-buku bermanfaat yang bisa menghidupkan hati. Berbagai buku dan kitab yang bisa membangkitkan iman di dalam hati pembacanya, menggerakkan benih-benih iman yang tersembunyi di dalm hatinya.

Bangga berbuat Maksiat, merasa bangga dengan maksiat yang dilakukannnya, yang kedua mendendangkan lagu-lagu yang mendatangkan syahwat, yang ketiga mengebulkan asap rokok, yang keempat membentangkan majalah porno, yang kelima lidahnya tidak pernah berhenti mencela, mencaci, dan mengejek, yang semuanya suka berkata begini dan begitu, menggunjing dan mengadu domba serta mengumbar cerita-cerita yang tidak senonoh.

Sibuk Urusan Duniawi, sehingga hati manusia menjadi hamba keduniaan tersebut. Dalam hal ini, Rasulullah SAW pernah berkata, Cukuplah bagi salah seorang di antara kamu selagi dia di dunia hanya seperti bekal orang yang mengadakan perjalanan. (HR. Ath-Thabrani)

Sibuk mengurusi harta benda, istri dan anak-anak. Allah telah berfirman; “ dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (al-Anfal: 28)

Sering Berangan-angan. Allah berfirman, “biarkanlah mereka (di dunia ini) Makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). (QS. Al-Hijr : 3). Disamping itu Berlebih-lebihan dalam masalah makan, tidur, berjaga pada waktu malam, berbicara dan bergaul juga pemicu liarnya nafsu syahwat.

Kurangnya Ilmu (Pemahaman Agama)

Menurut Ibnu Sadan selaku Ketua Forum Alumni Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Munculnya kasus-kasus pelecehan seksual merupakan akibat dari kurangnya pendidikan agama secara baik dan pengaruh situs-situs porno yang sudah merembah ditengah masyarakat, mulai dari orang dewasa sampai pada anak-anak sekolah. Hal itu ia sampaikan pada 2013 lalu dalam menyikapi maraknya pemerkosaan di Banda Aceh.(Kumparan) Bahkan program studi pendidikan agama Islam seolah-olah membuat ilfil bagi anak-anak muda dewasa ini.

Ilmu itu cahaya (al-ilmu nur) yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Maka, llmu yang benar tidak bersekutu dengan hawa nafsu yang menarik kepada maksiat. Karena itu, menaklukkan hawa nafsu harus dengan ilmu. Bila ada seseorang yang justru takluk oleh hawa nafsunya, maka selebar apapun ilmunya akan berubah menjadi jahil, bahkan menyesatkan. Ia akan menjadi hamba yang maghrur (tertipu). Hawa nafsu menipu dirinya. Sehingga ilmu tidak memiliki daya. Karena dikendalikan oleh nafsu.

Ibnu Mas’ud mengingatkan: “Kalian saat ini berada dalam suatu zaman, yaitu hawa nafsu mengikuti ilmu. Pada saatnya nanti akan datang kepada kalian suatu zaman dimana ilmu mengikuti nafsu” (Imam al-Ghazali, Ihya Ulumuddin 1: 124).

Jadi pengamalan ilmu yang semestinya karena Allah, menjadi terdorong karena nafsu. Baju lahirnya berupa ilmu. Tetapi batinnya adalah nafsu. Dia bisa dijuluki orang ahli ilmu, tetapi hakikatnya orang jahil. Orang jahil berbaju ilmu. Mereka pandai berdalil, tetapi keliru. Hebat menyebut ayat-ayat al-Qur’an dan hadis Nabi Saw dalam berargumentasi, namun salah tempat. Mereka berdalil, menyebut ayat-ayat Allah Swt atas dasar nafsu. Statemen, pendapat, sikap dan fatwanya mengandung kepentingan dunia.

Orang membangun masjid mendapat pahala. Dalam hadis Nabi Saw, mereka dijanjikan surga. Akan tetapi, jika membangun masjid dengan uang riba, maka bukan berpahala tetapi berdosa. Semangat membangun masjid nya ini didorong oleh hawa nafsu yang tidak dikenalinya sendiri.

Ketika  semangat ibadah seseorang sedang naik, maka ada dua kemungkinan; bila dia orang baik, berarti dorongan itu semata karena Allah Subhanahu Wata’ala. Akan tetapi, jika dia penderita penyakit hati, maka dipastikan dorongan itu karena hawa nafsu. Mereka ini penyembah hawa nafsu, bukan penyembah Allah Subhanahu Wata’ala. Amalaiyah keagamaannya diletup oleh nafsu, bukan ilmu. Karena itu, biasanya keliru. Karena itu, Allah Subhanahu Wata’ala mengingatkan:“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?.” (QS:  Al-Furqan: 43).

Ibadah karena nafsu seperti tersebut di atas adalah menjadikan nafsu sebagai tuan dan tuhannya. Jika segalanya karena hawa nafsu, maka dia menjadikan nafsu sebagai tuhannya. Karena itu, ber-ilmu harus semata-mata karena Allah Swt. Bukan karena manusia. Atau apapun selain-Nya. Ilmu bisa mengangkat derajat manusia ke level tinggi di akhirat. Tetapi ilmu juga bisa menenggelamkan manusia di dasar neraka. Kuncinya karena Allah atau karena hawa nafsu.

Pengaruh Mindset Kepuasan

Mind Set kepuasan;Aku tidak bisa tenang kecuali bebas dan puas dengan seleraku”. Sikap menunjukan diri semacam ini tidak lain adalah bagian dari kesombongan dan membanggakan diri yang secara nyata ada dalam diri kita.  Padahal Allah memperingatkan memperingatkan kita untuk menjauhi sifat sombong dengan berfirman, ”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS al-Israa’: 37). Dalam ayat lainnya Allah menegaskan, ”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Luqman : 18).

Mengulur waktu Tobat

“Kalaupun gue berdosa, kan masih ada waktu dan kesempatan untuk bertobat.”. Padahal tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (QS. an-Nisa: 17-18)

Nafsu Sudah Menjadi Candu

Berdasarkan survey yang dilaksanakan Kemenkes tahun 2017 sebanyak 94% siswa pernah mengakses konten porno yang diakses melalui komik sebanyak 43%, internet sebanyak 57%, game sebanyak 4%, film/TV sebanyak 17%, Media sosial sebanyak 34%, Majalah sebanyak 19%, Buku sebanyak 26%, dan lain-lain 4%.(sardjito.co.id)

Pornografi sendiri merupakan sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitas seksual yang melanggar norma kesusilaan (UU No. 44 Th 2008 tentang pornografi). Sudah menjadi rahasia umum bila pornografi dapat menimbulkan kecanduan, candu pornografi menjadi salah satu isu serius di seluruh dunia, termasuk indonesia. Tingkat kecanduan pornografi menurut dibagi menjadi : Level 1 :  melihat pornografi sekali atau dua kali setahun, paparan sangat terbatas. Level 2 : beberapa kali setiap tahun tetapi tidak lebih dari enam kali, fantasi sangat minimal. Level 3 :  mulai muncul tanda kecanduan, sebulan sekali, mencoba menahan diri. Level 4 :  mempengaruhi fokus untuk tugas sehari-hari, beberapa kali dalam sebulan. Level 5 :  Setiap minggu, berusaha keras untuk berhenti, namun mulai mengalami gejala withdrawal. Level 6 :  Setiap hari untuk memikirkan pornografi, menyebabkan berbagai masalah dalam kehidupan. Level 7 :  perasaan ketidak berdayaan dan keputusasaan bila tidak melihat pornografi, konsekuensi negative (Skinner: 2005)

Ciri-ciri anak atau remaja yang kecanduan pornografi perlu diketahui oleh orang tua adalah : 1) Sering tampak gugup apabila ada yang mengajaknya komunikasi, menghindari kontak mata. 2) Tidak punya gairah aktivitas, prestasi menurun, 3) Malas, enggan belajar dan enggan bergaul, sulit konsentrasi, 4) Enggan lepas dari gawainya (gadget), bila ditegur dan dibatasi penggunaannya akan marah, 5) Senang menyendiri, terutama dikamarnya, menutup diri, 6) Melupakan kebiasaan baiknya.(sardjito.co.id)

Lingkungan Pergaulan Yang Mendukung, ”all free and be free”

Survei dilakukan Pew Research Center dengan responden 30.133 orang di 27 negara yang dilakukan pada 14 Mei sampai 12 Agustus 2018. Dalam survei untuk melihat perbandingan kepemilikan smartphone dan telepon seluler biasa di antara orang dewasa tersebut, terungkap posisi Indonesia berada di urutan ke-24 dari 27 negara.(Tempo.co)

Coba lihat baik-baik penggunaan Android belakangan ini, Indonesia diperkirakan pada 2025 akan menyentuh angka 89% populasi.(databoks.katadata.co.id) Dan aplikasi yang paling banyak diakses tiap kalangan berbeda-beda. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa dan bahkan orang tua setiap harinya mengakses internet. Pecinta Game pasti kenal ML, FF, PUb G, dan lainnya. Nah yang suka Narsis pasti kenal dengan aplikasi TIKTOK, BIGO, LIKEIT, COCO FUN, SNACK VIDEO, dan segala macamnya. Dan pada intinya pada aplikasi-aplikasi tersebut berseliweran konten-konten fulgar. Seolah-olah pah* dan dad* tidak hanya ada di KFC dan Mic Donal. Orang tua seharusnya memainkan perannya dan mengontrol Akses apa saja yang anak buat dengan HP nya. Dewasa ini kita sering gembira melihat anak exis di Medsos, tanpa kita berpikir panjang efek samping dari itu semua. Memang mungkin bukan anak-anak atau saudara kita yang bermasalah. Tapi sikap kecentilan yang dibuat-buat oleh mereka akan menarik nafsu birahi (Syahwat) para predator anak. Dalam Islam istilah kecentilan ini disebut dengan Tabarruj.

Tabarruj secara bahasa diambil dari kata al-burj (bintang, sesuatu yang terang, dan tampak). Di antara maknanya adalah berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan, seperti: kepala, wajah, leher, dada, lengan, betis, dan anggota tubuh lainnya, atau menampakkan perhiasan tambahan. Allah ta‘ala berfirman; Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzaab : 33).

Efek Mengkonsumsi Makanan dan Minuman Haram

Makanan dan minuman haram dalam Islam digolongkan dalam dua jenis, yakni ; 1) Haram karena dzat atau asalnya seperti darah, bangkai, daging babi, khamr, anjing, keledai, binatang buas dan lain sebagainya. 2) Haram karena suatu kondisi atau sebab tertentu meskipun zat asalnya adalah halal. Misalnya saja makanan yang didapat dengan cara mencuri, menipu, korupsi, dan kecurangan lainnya. Karena saat yang haram itu masuk ke tubuh, ia akan menjadi energi bahi nafsu.

Akibat dari mengkonsumsi makanan dan minuman haram, maka Doa-doanya tidak dikabulkan oleh Allah Swt, Merusak hati dan akalnya, Amalan tidak diterima, Makanan haram membawa ke nereka, Mengurangi iman dalam hatinya, Rusaknya keturunan dan Mendzalimi diri sendiri. (Dalamislam.com)

Menjauh dari Ulama, Orang Saleh, dan Majelis Kebaikan

Sedikitnya ada 3 (tiga) akibat yang akan didapat oleh orang yang menjauhkan diri dari ulama, yakni; 1) Dihilangkan keberkahan dalam berusaha. “Keberkahan adalah hal yang sangat penting dari sebuah usaha. Usaha yang terlihat sukses namun menggunakan cara yang tidak benar, maka keberkahan baik dunia dan akhirat akan tidak dirasakan,” 2) Diberikan pemimpin-pemimpin yang dzalim. “Pemimpin yang dzalim adalah pemimpin yang hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya. Pemimpin yang tidak memikirkan kemaslahatan umat,” terangnya. 3) Dikeluarkan dari kehidupan didunia dalam kondisi tidak beriman dan jauh dari harapan menjadi Husnul khotimah. “Oleh karena itu agar kehidupan mendapatkan keberkahan. Hiduplah dekat dengan para ulama,”.(NU Online)

Tidak ada keinginan kuat untuk hijrah.

Allah Swt berfirman; “Kami ingin muliakan mereka dengan petunjuk kami, tetapi mereka lebih suka menuruti hawa nafsu mereka dan lebih mencintai dunia, maka mereka pun seperti anjing, dinasihati atau tidak, mereka tetap tidak peduli dan terus menjulurkan lidahnya…” (QS al-A’raaf : 176).

Bersyukurlah masih dikasih waktu oleh Allah. Tidak semua orang diberikan cukup waktu untuk berubah menjadi lebih baik. Kalau kita ingin berubah menjadi lebih baik karena Allah maka Allah akan menghantar orang-orang baik untuk kita. Biarlah kita terlihat jahat oleh orang lain, asalkan kita tak berpura-pura menjadi baik walaupun masa silam kita gelap. Sekurangnya kita ada usaha untuk berubah. Berubah menjadi pribadi yang baik, yang menguntungkan diri sendiri dan orang lain, jangan besarkan egomu. Jangan asal berubah, tetapi perhatikan juga arahnya. Arah perubahan yang terbaik adalah menuju ke jalan yang lebih baik. Shalihah, selipkan doa untuk semua muslim dan para muslimah pejuang tangguh, agar tetap istiqomah bersama-sama menggapai jannahNya. InsyaAllah…

Hikmah

Bapak/Ibu sobatku yang budiman, dari kasus-kasus ini seharusnya kita mengambil pelajaran. Posisi orang tua sangat berpengaruh dalam pendidikan serta keselamatan anak-anak kita. Laki-laki sebagai Ayah, jangan abaikan keluargamu. Anak-anakmu perlu pendidikan yang baik, akhlak yang terpuji, kontrol yang perlu terus diperhatikan. Wanita Sebagai seorang ibu, jangan hanya perhatikan uang belanjamu, anak-anakmu butuh kasihsayang, mengingatkan saat salah, membimbing dengan hati, sehingga orang tua menjadi tempat pertama anak-anak mencurahkan semua keluh kesahnya pada dunia. Ingatlah baik-baik bahwa Allah Swt sudah mengingatkan “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(QS. at-Tahrim : 6)

Sobatku yang budiman, jangan turutkan nafsumu pada selain mahrammu, jaga diri dan perbanyak ilmu agama. Dunia ini hanya sementara, jangan jadikan waktu sementara ini sebagai ajang pelampiasan hawa nafsumu, apalagi sampai salah memandang pada makhluk kecil tak berdaya dengan tatapan hina. Banyak kaum-kaum sebelum kita yang dibinasahkan akibat maksiat yang telah mereka lakukan. Sungguh azab Allah SWT amatlah pedih !


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *